Search This Blog

Ahad, 23 September 2018




Anak-anak saya suka sama durian, meski begitu bila saya keliru memilihkan jenisnya.....mereka cuma sedikit mencicipi rasanya dan kemudian kabur. Mereka tak peduli saya yang terbengong-bengong terlanjur bawa banyak durian untuk mereka; trus siapa yang mau memakannya nich?

Sejak itu saya hati-hati memilihkan durian untuk mereka. Biasanya mereka tidak suka dengan durian yang pahit, tipis daging buahnya, warna daging putih pucat (nggak selera), bau menyengat dan krasa kayak banyak alkoholnya. Mereka memilih yang tebel daging buahnya namun lembut, warna kuning/ orange ngejreng dan rasanya maniss legit aja. Biasanya itu terdapat pada durian-durian bangkok! Namun dengan makin mengenalnya durian-durian top dunia yang lain seperti durian Musangking, Duri Hitam dan Bawor. Mereka pun mulai pindah ke lain hati! Dan sepertinya durian Bawor jadi pilihan nomer 1 buat mereka. Kok bisa?

Ternyata durian Bawor punya cita rasa yang khas banget yang tidak dipunyai durian lain. Rasa itu begitu menyeruak di lidah bercapur baur dan meletup-letup di rongga mulut bak kembang api...hehhhe. Kok bisa sich? Bayangkan aja, durian yang satu ini di indukkannya aja punya 26 kaki yang terdiri dari durian-durian unggul nusantara yang berbeda. Ada durian legit Petruk, durian Menoreh kuning, durian Si Kirik...bahkan durian Kumbo Karno yang pahit. Dari kaki-kaki ini lah tercipta rasa NANO-NANO yang spesial dan bikin anak-anak kita happy. Pantesan!!!!

Ahad, 12 Ogos 2018






Terus terang, sudah lama ya saya yaitu sejak saya belajar di Lembaga Pendidikan Perkebunan memperhatikan bahwa tanaman durian itu seperti anak kecil, manjanya minta ampun. Namun itu setara kok dengan hasil buahnya yang NIKMAT banget!!

Jadi kalau pun kita mesti bekerja keras....alias meluangkan banyak waktu untuk perawatan maxi untuk pohon durian kita.....yah wajar aja! Banyarannya memang setara kok......buah denga kelezatan tiada tara!!

Nah, masalahnya adalah kita sibuk banget dan kita tak punya waktu untuk mengurus tanaman durian kita. Payah kan???! Kalau ini terjadi pada saya, maka saya akan mengubah niat saya untuk menanam bibit durian...sebelum semuanya terlambat. Eehhhh sampeyan malah nekad. Tidak, pilihan saya cuma satu: DURIAN. Ohhh yo wis ayo kita bicara lebih serius.

Perlu Anda ketahui bahwa kebanyakan kegagalan kebun durian adalah human error. Percaya lah. Berkali-kali itu terjadi. Masih nggak percaya?
Barusan saya membangun kebun durian yang tidak dirawat sendiri pemiliknya. Sang tuan pemilik kerjanya jauh di luar Jawa. Dia menitipkan pada saudara kandungnya sendiri. Entah lah sejak pengiriman bibit durian sampai proses penanaman yang saya lakukan, tidak sedikit pun sang adik mau berinisiatif untuk bertanya pada saya tentang cara perawatan yang baik atau sekedar membantu/ mengawasi proses penanaman bibit durian. Saya jadi pesimis banget meski saya sudah mencoba memberi tutorial singkat sebelum saya pulang, dan hal yang saya takutkan benar benar terjadi. Hanya selang 1 Minggu, saya dapat laporan bibit durian satu persatu mati. Hadewww.......saya pun mencoba untuk memeriksa dan mencari penyebabnya. Saya tidak kaget ketika tahu penyebabnya......bahwa selama seminggu bibit durian tidak tersentuh air sedikitpun.....hadewww!!! Dasar dableg!

Saya pribadi wakti kecil ketika bapak saya masih punya banyak kebun buah, berkali kali mengalami kedahsyatan hempasan human error ini. Berganti-ganti karyawan dan saya sekarang pun paham mana orang yang serius merawat dan tidak. Mungkin Anda marah bila saya katakan bahwa banyak orang yang tanpaknya baik ternyata menjadi pembunuh TERKEJAM untuk bibit maupun tanaman buah bapak saya. Saya sampai menitikkan air mata kalau ingat itu. Bahkan sejarah pun berulang kepada saya.....saya membuka kebun buah maupun pembibitan buah, selalu saja human error menjadi peristiwa yang menyesakkan dada. Karena menyaksikan kekejaman pembantaian yang mereka lakukan. Sedih saya...bener-bener sedih!

Sebagian besar mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebab bibit buah saya banyak yang merupakan koleksi yang sulit didapat, atau sudah saya pelihara lama sekali. Eh mereka satu persatu mati, dan lucunya mereka kayak orang lugu, nggak merasa berdosa. Maaf, saya baru tahu kekejaman itu setelah mereka keluar. Yang paling menyedihkan adalah kebohongan bahwa banyak tugas yang harus mereka lakukan tetapi mereka tidak lakukan....atau mereka lakukan asal-asalan tidak sesuai standar baku, sebab sulit sekali kita memeriksa secara visual saking banyaknya bibit atau luasan lahan yang sangat luas. Yang paling menonjol banget adalah tidak menyiram bibit-bibit durian lemah yang ada di lapangan ataupun di pot. Ini tidak terdeteksi dalam waktu pendek, tanaman tampak hidup tapi kurang sehat. Setelah lama baru kelihatan tanaman  di serang hama penyakit, terutama rayap karena akar mengering. Seharusnya kita marah kalau sudah sampai tahapan ini, namun sekali lagi kita dikelabui mereka......bahwa penyebab semua itu adalah seranga HAMA PENYAKIT di kebun yang tak terelakkan! Penyebabnya adalah alam, apa kita bisa nyalahkan alam??
Rasanya MARAH saya kalau kita ingat itu semua.....mereka dibayar tapi malas. Malas yang tak bisa dimaafkan, kemalasan yang disengaja. Paraahhh!!!
Pesan saya, hati-hati sekali mengangkat karyawan meski maksud Anda baik.....menolong orang yang tak punya kerjaan. Baik itu saudara maupun teman. Periksa secara detail karakternya, siapa dia sesungguhnya. Kalau tidak ingin kebun durian Anda rusak parah!!!! Ok!


NB: Teman saya pernah kirim durian bongkaran yang sudah berbuah dan harganya jelas mahal banget di daerah Boyolali. Satu bulan kemudian dia dimaki-maki pembelinya karena durian bongkarannya mati. Ketika dia tanya saya, maka saya jawab itu hama human error!! Dia ketawa ngakak. Tapi kemudian terbukti saya benar 100%.




Isnin, 19 Mac 2018



Saya begitu kaget ketika daya serap pasar terhadap bibit durian sudah sedemikian berlebihan di bulan-bulan terakhir ini; kantong-kantong bibit durian seperti Salaman, Majalengka dan Kemranjen mulai kekurangan bibit durian kwalitas super.....akhirnya kwalitas afkiran pun diperebutkan. Para pekebun jor-joran dalam pembelian bibit buah yang satu ini. Terlihat seperti ada ketidakwajaran dalam hal ini. Saya takut overload ini akan meledak di kemudian hari saat bibit durian tersebut mulai berbuah. Siapkah pasar menerima buah durian yang kebanyakan klas premium ini? Nah kuncinya pada KESIAPAN  KITA  dan PASAR itu yang harus kita pikirkan segera!!! Bila tidak, maka jangan heran bila kita menyaksikan durian Musangking dijual di pinggir jalan dengan sistem obralan. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat lo......durian Musangking yang berharga wajar saat ini Rp 200.000 per Kilogram itu tiba-tiba terjun bebas di angka Rp 90.000. Percaya atau tidak?

Ayolah mulai berpikir cerdas.....jangan sampai tragedi panen raya rambutan di tahun ini akan menular ke durian. Jelas bahaya!!! Rambutan pun harganya terjun bebas.....orang sudah blenger lihat buah rambutan di atas pohon yang sangat lebat dengan populasi tanamannya yang banyak. Sampai sampai tidak ada yang mau memanen dan dibiarkan membusuk di atas pohon. Kasihan.....
Penyebaran bibit rambutan dulu memang pernah tak terkendali....bahkan banyak proyek bantuan bibit dari pemerintah memilih bibit rambutan sebagai primadona, karena harga bibitnya yang murah meriah. Akibatnya overload.....kita kurang berminat lagi dengan buah rambutan kita yang melimpah dan terkadang masih ada masamnya!! Lagian kulit arinya katanya menggangu pencernaan kita.......ah itu kan alasan untuk tidak peduli dengan rambutan yang sudah membanjir itu...hehhhee...

Terus terang bibit durian jadi rebutan sekarang, saya pun kecipratan eforia ini..... namun jangan membuat kita terlena . Itu justru pertanda saatnya kita menginventarisir diri bersama-sama dan mampukah pasar menyerap hasil buahnya kelak! Pekebun besar durian (juga pekebun Alpukat) mulai untuk menahan diri....wajar aja lah.....menanam bibit durian masak langsung ribuan?? Sudah tahukah kemana hasil buah akan dibuang? Bila tidak mau, maka tata tanam durian unggul kita kacau balau. Apalagi pemerintah atau lembaga pertanian terkait belum menyiapkan perangkat untuk ekspor bila buah durian bener-bener MEMBLUDAK di negeri kita ini. Ini nggak main-main. Selama ini pemerintah belum mengatur itu semua. Pemerintah harus mulai MEMETAKAN daerah-daerah potensi durian banjir. Sekali lagi jangan sampai peristiwa seperti Buah Naga yang harganya dlosor ke tanah dan kebun-kebun buah naga dibiarkan rusak begitu saja terjadi pada durian! Ayo..KITA HARUS Peduli.....belum terjadi aja saya sudah MIRIS akan apa yang bakalan terjadi bila kita tidak peduli akan apa yang pasti terjadi!!! Tanda-tandanya sudah tampak, mas bro!!!

Peristiwa petani durian Monthong di Sulawesi yang tidak bisa menjual hasil kebunnya membuat kita waspada bener! Mungkin Anda bertanya darimana saya tahu? Saya tahu langsung dari petani tersebut, mereka menelpon saya dan menawarkan sendiri ke saya berton-ton durian Monthong supaya dibantu pemasarannya! Rasanya NELANGSA bener saya waktu itu!!!! Apa hal itu tidak dipikitkan sebelum menanam bibit durian monthongnya????


Ahad, 18 Mac 2018




Memang sudah gaya lelaki untuk berburu, apalagi berburu durian enak! Wuiiih....hutan-hutan durian pun sudah tertundukkan satu persatu tanpa rasa lelah. Namun rasanya perburuan yang satu ini sudah berusia puluhan tahun, namun tak juga saya mendapatkannya. Bahkan sempat saya berpikir nggak bakalan mendapatkannya. Perburuan pada durian yang punya rasa unik banget yaitu rasa manis pahit yang seimbang yang berujung pada kenikmatan sempurna durian. Perburuan tentunya berdasarkan cerita-cerita orang tua kita dulu, namun saking lamanya pencariannya kok rasanya cerita itu hanyalah dongeng belaka yang tidak nyata, cuma durian khayalan. Pencarian pun saya hentikan. Saya hapus durian itu dari daftar durian target. Saya pun mampu melupakannya begitu saja.
Suatu kali saya dikejutkan oleh kenyataan bahwa ada Institut Penyelidikan Dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) yang bertujuan untuk membangun tehnologi canggih untuk kemajuan industri makanan di Negara jiran tersebut yang berbasis pertanian agar punya daya saing yang sangat tinggi. Mereka juga memuliakan durian dan punya banyak banget varietas durian top dari seluruh negeri. Kok kita nggak punya lembaga yang kayak gini ya? Saya obok-obok data mereka dan menemukan beberapa varietas yang hampir mirip dengan yang saya cari itu. Saya coba beberapa durian mereka dan saya sekali lagi harus kecewa. Mirip tetapi bukan itu yang saya cari.
Dan ketika pagi-pagi seorang teman memberitahu saya bahwa baru saja panen durian Ochee dari Mardi dan mengajak saya untuk ikut uji rasa....saya pun dengan malas-malasan datang. Namun ketika saya kebagian mencoba:
"Woalahh enak tenan!!" Ini yang saya cari selama ini!
Durian itu punya warna orange yang yang ngejreng. Degradasi warna daging buahnya ciamik yang bikin siapapun ngiler melihatnya. Trus ada warna putih di bagian bijinya yang tebel kayak topingan lemak. Jelas lembut saat saya sentuh, namun tidak jemek karena terlindungi oleh lapisan tipis kayak plastik alami yang bisa dimakan. Mirip durian ketan legit kita yang terlidungi dari koyakan jamur.
Baunya tajam menunjukkan alkohol yang bercampur almond, mentega susu dan karamel yang padet. Wuihh...
Langsung saja mulut saya menyantap pelan-pelan sedikit tak sabar. Rasa pahit manis legit berganti-ganti muncrat di rongga-rongga mulut saya tanpa ampun. Oh, sangat balancee....luar biasa!!! Ketika saya mencoba menelannya...malah nempel deh di tenggorokan. Woww....begitu sempurna!





Saya seneng nulis yang sekiranya berguna buat saya sendiri maupun teman-teman. Sekedar pengingat aja sich! Nulis bagaimana MENJUNGKIR BALIKKAN PARADIGMA kita selama ini. Soalnya saya melihat permasalahan yang sama dalam hidup kita ini....kok diulang terus menerus, apa ngga bosen ya??
Hidup seperti itu adalah hidup seperti mesin cetak yang rusak. Kita menyesali hasil cetakan yang rusak dan kita terus memikirkannya........hasilnya adalah cetakan yang makin parah. Kenapa tidak berhenti sejenak, Anda matikan mesinnya dan benahi mesinnya...titik! Dan mesin cetak kita adalah pikiran plus perasaan yang menghasilkan realitas....biarkan lah tenang sejenak.
Para ahli menyebutnya sebagai kita berada di titik nol. Biarkan pikiran dan perasaan dalam posisi tidak mencipta. Bisa berupa kita istirahat, nonton film (nonton hidup orang lain), atau yang paling seksi adalah kita Sholat. Sholat membuat kita fokus pasrah dan berharap hanya pada Allah sang Maha Hidup! Kayaknya nikmat kalau hidup ini plong, bersyukur atas apa yang terjadi.
Bahkan Allah pingin kita di titik ini 50 kali sehari....namun kita nggak sanggup. Karena Allah tahu banget dan kasihan kita bergelut dengan masalah kita yang nggak habis-habisnya. Hidup kok ruwet buntet gitu!! Masalah satu selesai...ee dateng masalah lainnya. Hidup kok kayak zig zagnya nyetir mobil. Padahal hidup ini anugrah lho!!!....bahkan anugrah terbesar....namun parahnya lagi: ada orang yang saat ziarah di kuburan aja ngrasa betapa beruntungnya orang yang mati dikubur itu, tenang tanpa masalah lagi! Hello....apa-apaan ini???
Lho nyatanya hidup kita memang bikin capek gitu kok? Ya lah...saya percaya itu, karena sebetulnya hidup kita jarang ngikutin juklak. Padahal mudah kok...tinggal baca aja kitab suci seperti Al Qur'an...beres deh! Semua ada di situ...belum jelas juga teruskan baca Hadistnya. Gitu kok repot?!!

Bagaimana kita akhir-akhir ini melihat banyak keputusasaan para pekebun durian?!! Kasihan sich, namun lihat bagaimana juga cara mereka menunjukkan kekecewaan itu. Bila itu berupa bentuk kekhawatiran akan pasar buah durian yang bakalan jenuh akibat edukasi yang kurang atau jor-jorannya para pekebun durian dalam menanam bibit durian, tanpa blue print yang jelas...itu sih nggak apa-apa. Tapi ini....
Ada yang berteriak-teriak tidak sopan supaya kita jangan coba-coba bukak kebun durian....pasti rugi. Banyak gagalnya. Saat kita tinjau...ternyata kebunnya hanya dititipkan pada orang lain alias diurus orang lain. Hadewww.....
Atau lihatlah bagaiamana dalam sebuah komunitas seorang pekebun durian di luar Jawa dengan songongnya mempertunjukkan kegalauannya dengan menebang pohon durian Musangking yang sudah berbuah......bahkan ketika ada yang berkomentar maka dia langsung menantang seberapa luas kebun sampeyan kok berani menasehati saya!? Woalah......prilaku sombong menebang pohon Musangking yang sudah berbuah aja, sudah menunjukkan seberapa parah kasih sayangnya pada pohon duriannya itu.
Lihat juga.....seorang yang mengaku sudah mendatangkan banyak ahli durian tapi hasil kebun duriannya masih parah jugak. Namun saya tersenyum, lihat aja sanitasi kebunnya.....apa dia bener-bener melaksanakan petunjuk para ahli tersebut??? hehhee...
Ayo lah tenangkan diri dulu. Anda berhadapan dengan tanaman yang manjanya minta ampun, karena buahnya pun enaknya kayak serasa buah Surga.....sulit digambarkan secara detail dan jelas! Hormati buah Surga ini.....dengan menenangkan diri sejenak. Sehingga pikiran kita bisa jernih dalam memandang masalah.
Setelah mesin pikiran kita terkendali karena dalam posisi 0, mulai lah berjalan pelan memikirkan hal-hal yang baik-baik saja atau yang terindah-indah saja, meski realitas hidup kita terpuruk atau kebun durian hancur total.....atau bibit duriannya pada mati semua...hehhhe. Senangkan hati kita terus. Berprasangka baik lah sama Allah. Anggap realitas saat ini adalah masa lalu yang nggak perlu disesali, bersyukur lah! Bersyukur lah atas apa-apa yang bisa disyukuri. Ciptakan realitas baru lewat pikiran dan perasaan yang menyatu, berupa keyakinan yang teguh: itu lah hidup kita yang kita inginkan dan akan tercapai. Bayangkan itu dipikiran sebegitu nyatanya, seperti sudah terjadi. Dan pasti terjadi!
Tiba-tiba Kita protes teriak: AKU NGGAK BISA hidup dalam kepura-puraan gitu! Saya paham kok, karena kita terbiasa hidup terbalik: relaitas dulu baru pikiran. Artinya Anda memikirkan realitas yang ada. Realitas morat marit, bila dipikirkan (diciptakan) makin acak kadut...hehhhe maap. Hasilnya adalah Anda menciptakan sampah daur ulang. Kita menciptakan kehidupan sama lagi setiap hari. Jika hidup kita sudah baik mungkin nggak masalah banget, yang masalah adalah hidup kita masih termehek-mehek tadi. Makanya nggak aneh, kita seneng banget ngrasani orang lain, dan orang yang Anda rasani pun makin menyerang Anda. Kita masih ngeluh dengan derita kita, dan derita pun betah banget nemplok di pundak kita! Ayo perbarui pikiran kita. Kita pikirkan dan rasakan yang baik, maka kita berarti menciptakan hidup yang lebih baik. Dan setiap hari hidup kita lebih baik dari hari kemarin. Kebun durian kita pun satu persatu masalahnya bisa teratasi dengan ijin Allah. 
"Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka dia orang yang hina."
Perkataan di atas memang bukan hadits, namun disampaikan Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah, Khalifah yang dikenal karena kesalehan, keadilan, dan kebijaksanaannya. Semoga kita bisa meniru beliau!
Lihat foto saya: biasa makan durian gede, gimana kalo (mikir) yang lebih kecik....seukuran telapak tangan gitu? Kayaknya asyiikk.....rasanya lebih enakkan bisa dikantongin dan makannya juga mak lep!!!😋😋





Alhamdulillah....video ini yang merupakan dokumentasi salah satu panen perdana durian Ochee (duri hitam) di Indonesia dan baru saja dipublikasikan di YouTube. Paling tidak ini menjawab banyak pertanyaan bagaimana kedahsyatan durian Ochee sebenarnya!!! Bahkan rasanya durian Musangking yang terkenal sebagai durian TERENAK di dunia ini harus mengakui keunggulan durian duri hitam yang dahsyat itu.
Dan durian klas dunia ini jlas memberitahu kita bagaimana durian eunak yang sebenarnya itu. Bila sebelumnya disepelekan (kurang diperhatikan) di negaranya sendiri akibat pamor durian Musangking yang menjulang tinggi....maka kemunculan durian Ochee memberi angin segar bagi para maniak durian di sini. Karena para maniak durian merindukan rasa pahit yang menonjol di dalam rasa durian duri hitam ini, dan itu tidak di dapat banyak di durian Musangking. Bahkan seorang pakar mengatakan antara rasa manis dan pahit pada Ochee begitu balance. Sehingga rasa duriannya pun jadi selangit...begitu NIKMAT!!! Jelas tak tertandingi! Makanya tonton videonya biar tahu "5 BUKTI DURIAN OCHEE LEBIH DAHSYAT DARI DURIAN MUSANGKING" dan jangan lupa berlangganan di channel YouTube saya juga ya!
Tak lupa dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih banyak pada pak Samlawi, mas Ismanto, mas Yusron M. IsmailMas Nur, dll yang sudah partisipasi maupun jadi nara sumber atas kesuksesan video ini.











TERSEDIA Bibit "Vigor" durian-durian Super 085226947434

TERSEDIA Bibit "Vigor" durian-durian Super 085226947434

INSTAGRAMKU@BibitBuahImpian